Di tengah pusaran krisis iklim global, cara kita memproduksi dan mengonsumsi makanan sedang berada di persimpangan jalan yang kritis. Sistem pangan dunia saat ini terjebak dalam siklus yang ironis: ia menghidupi miliaran manusia, namun di saat bersamaan menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar yang mengancam bumi. Di Indonesia, Kota Bandung berdiri di garis depan tantangan ini. Dengan populasi tiga juta jiwa dan pesonanya sebagai magnet wisata kuliner, Bandung menghadapi tekanan ganda untuk menjaga ketahanan pangannya di tengah keterbatasan lahan, sekaligus meminimalkan jejak ekologis.
Menjawab tantangan yang kompleks tersebut, laporan riset dari inisiatif Urban Futures ini hadir untuk membedah dinamika sistem pangan Kota Bandung dan mengusulkan jalan transformasi yang menyasar seluruh rantai sistem pangan. Laporan ini mengajak para pemangku kepentingan untuk membayangkan ulang seluruh perjalanan makanan dari hulu ke hilir.
Simak laporan penelitian ini untuk melihat langkah-langkah strategis yang dapat kita lakukan dalam memperkuat sistem pangan Kota Bandung dan memitigasi dampak perubahan iklim.