Kota Bandung menghadapi tantangan sistem pangan yang semakin kompleks seiring tingginya konsumsi dan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 2,5 juta jiwa. Dalam konteks perkotaan, isu pangan tidak lagi hanya soal ketersediaan, tetapi juga stabilitas, keterjangkauan, dan ketahanan jangka panjang yang menuntut penanganan sistemik.
Kertas kebijakan ini mengidentifikasi tantangan utama dalam sistem pangan Kota Bandung, mulai dari ketergantungan tinggi pada pasokan luar daerah, melemahnya produksi lokal, inefisiensi distribusi yang memicu susut dan limbah pangan, hingga kompleksitas pola konsumsi masyarakat urban. Di saat yang sama, orang muda—sebagai pemangku hak hari ini dan masa depan—belum sepenuhnya mendapatkan ruang bermakna dalam pengambilan keputusan sistem pangan.
Berangkat dari temuan lapangan dan dialog multipihak, kertas kebijakan ini menawarkan arah transformasi menuju sistem pangan Kota Bandung yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan.
Tim Penyusun
Konsorsium Paguyuban Pangan (Pupa):
- Rahmad Efendi
- David Sutasurya
Konsorsium Pemuda untuk Sistem Pangan (Pespa):
- Chitra Retna Septyandrica
- Risni Anggi Hasianta Silalahi
- Tomy Perdana
- Fernianda Rahayu
- Pius Sugeng Prasetyo
- Theresia Gunawan


